1. Pembuatan ulir laras harus presisi
2. Crown, atau pembubutan ujung laras untuk menghilangkan gram-gram sisa cetakan pabrik harus simetris
3. Rate of Twist, atau tingkat putar pada ulir laras senapan harus sesuai dengan berat proyektil
4. Panjang laras harus panjang untuk mendapatkan akurasi yang bagus
5. Rigiditas laras harus kaku agar vibrasi pada laras saat menembak jadi berkurang
6. Bolt (kokang) harus permanen dan memiliki toleransi hampir 0%
7. Leade harus pendek sehingga tidak cepat aus
8. Mounting teleskop harus bagus, rata dan rapat
9. Head Space harus pas agar bolt mudah ditutup meskipun dalam keadaan tergesa-gesa
10. Lock Time harus cepat, dibawah 0,002 detik
11. Bullet, atau anak peluru (proyektil) harus terbuat dari tembaga/tungsten untuk menghindari cacat
12. Trigger harus ringan untuk mengurangi vibrasi jari penembak, biasanya dibawah 4 pon
13. Berat senjata harus pas dan cenderung "berat" (7-11 Kg) agar mantap saat ditembakkan
14. Rigiditas Action harus kaku untuk mengurangi vibrasi
15. Telescope harus bermutu tinggi agar akurasinya bagus
16. Popor harus dibuat se-ergonomis mungkin agar nyaman membidik dalam waktu yang lama
Misalkan 16 syarat tersebut sudah dipenuhi, buatan manusia tetaplah buatan manusia yang punya kelemahan. Sebaik-baiknya senapan, tembakannya tidak akan konsisten pada satu titik tetapi pasti melenceng sedikit. Maka dari itu dibuat satuan toleransi untuk mengukur akurasi senapan yaitu MOA (minute of angle). Jadi misalkan ada senapan yang akurasinya 1 MOA, berarti tembakan senapan tersebut hanya melenceng (grouping) maksimal 1 inchi pada jarak 100 yard. Inilah daftar senapan sniper yang baik, yang berakurasi 1 MOA
H&K PSG-1 (Jerman)

Remington 700 (AS)

Walther WA-2000 (AS)

AWP Magnum (United Kingdom)
Steyr SSG 69 (Austria)

Mauser SP 66 (Jerman)
Parker-Hale M85 (AS)
